Sabtu, 01 Januari 2011

Pengertian Pemasaran

A. Pengertian Marketing (Pemasaran)

Marketing (Pemasaran) adalah suatu sistem total dari kegiatan-kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen serta mencapai pasar sasaran dan tujuan perusahaan.
Pemasaran Menurut W.Y.Stanton adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :
1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
1. Tempat yang strategis (place),
2. Produk yang bermutu (product),
3. Harga yang kompetitif (price), dan
4. Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2. Biaya konsumen (cost to the customer),
3. Kenyamanan (convenience), dan
4. Komunikasi (comunication).

B. Bagian-bagian dari Marketing

Marketing dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Strategi
2. Taktik
3. Value

C. Pengertian dan Bagian-bagian dari Strategi
Henry Mintzberg mendefinisikan strategi sebagai 5P, yaitu: strategi sebagai PERSPECTIF, strategi sebagai POSISI, strategi sebagai PERENCANAAN, strategi sebagai POLA kegiatan, dan strategi sebagai “PENIPUAN” (Ploy) yaitu muslihat rahasia.Sebagai Perspektif, di mana strategi dalam membentuk misi, misi menggambarkan perspektif kepada semua aktivitas. Sebagai Posisi, di mana dicari pilihan untuk bersaing. Sebagai Perencanaan, dalam hal strategi menentukan tujuan performansi perusahaan. Sebagai Pola kegiatan, di mana dalam strategi dibentuk suatu pola, yaitu umpan balik dan penyesuaian.
Dari berbagai pengertian dan definisi mengenai strategi, secara umum dapat didefinisikan bahwa strategi itu adalah rencana tentang serangkaian manuver, yang mencakup seluruh elemen yang kasat mata maupun yang tak-kasat mata, untuk menjamin keberhasilan mencapai tujuan.
Terdapat beberapa komponen dalam strategi marketing untuk mengenalkan dan menawarkan suatu produk baru kepada masyarakat yaitu Segmentation, Targeting, dan Positioning.
1. SEGMENTATION
Dimana variable untuk membagi pasar bergeser dari geografi,demografi,perilaku, dan akhirnya individu. Dalam posisi cutomer driven company, pasar dianggap sebagai kumpulan individu yang berbeda satu sama lain. Sedangkan pada posisi stabil, pasar dianggap sebagai kumpulan orang-orang yang cukup dibagi berdasarkan geografi dengan anggapan bahwa kebutuhan dan kemauan mereka sama. Ada tiga cara lain membagi pasar, yaitu pembagian pasar berdasarkan variable demografi, untuk memilah-milah pasar atas factor who to buy, sedangkan factor psikografi membagi pasar atas factor why they buy dan variable perilaku yang membagi pasar atas factor how they buy dan mengacu pada kegiatan perilaku yang terjadi secara konkret.

2. TARGETING
Perusahaan pada posisi stabil menyatakan semua orang (everyone), tanpa kecuali, adalah merupakan sasaran pasar. Sedangkan perusahaan dalam pasar persaingan memilih orang yang cocok yang diperkirakan bisa membeli produk yang dibuat.


a. Perusahaan yang complicated
Dimana persaingan menjadi kuat, memilih orang hanya dalam segmen pasar yang dianggap paling efektif sebagai sasaran pasar.
b. Perusahaan sophisticated
Dimana persaingan semakin sempit akan memilih orang yang berjumlah tidak banyak (a few good ones), suatu ceruk pasar tertentu (fragment) tertentu, terutama yang belum dilayani perusahaan lain secara baik. Tapi mungkin saja perusahaan tersebut melayani beberapa ceruk sekaligus dengan cara yang berbeda.
c. Perusahaan yang dalam posisi customer driven company,
Menganggap setiap pelanggan sebagai orang penting (someone) bagi perusahaan, karena itu perlu mendapat pelayanan individual.Dimana variable untuk membagi pasar bergeser dari geografi,demografi,perilaku, dan akhirnya individu. Dalam posisi cutomer driven company, pasar dianggap sebagai kumpulan individu yang berbeda satu sama lain.

3. POSITIONING
Posititioning adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing. Positioning berhubungan dengan upaya identifikasi, pengembangan, dan komunikasi keunggulan yang bersifat khas serta unik. Dengan demikian, produk dan jasa perusahaan dipersepsikan lebih superior dan khusus (distinctive) dibandingkan dengan produk dan jasa pesaing dalam persepsi konsumen.
Fokus utama positioning adalah persepsi pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bukan hanya sekedar produk fisik. Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau memberikan nilai superior kepada pelanggan. Nilai superior sendiri dibentuk dari beberapa komponen.
Sedangkan kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan dari: persepsi perusahaan terhadap dirinya sendiri, persepsi perusahaan terhadap pesaing, persepsi perusahaan terhadap pelanggan, persepsi pesaing terhadap dirinya sendiri, persepsi pesaing terhadap perusahaan, persepsi pesaing terhadap pelanggan, persepsi pelanggan terhadap dirinya sendiri, persepsi pelanggan terhadap perusahaan, dan persepsi pelanggan terhadap pesaing.
Dalam menetapkan penentuan positioning perusahaan dapat memperhatikan faktor-faktor di bawah ini sebagai basis atau landasan penentuan positioning:
• Proposisi nilai dan manfaat yang dapat diberikan perusahaan
• Capaian yang telah dihasilkan perusahaan
• Segmen pasar dan pelanggan yang ditargetkan
• Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk perusahaan
• Bisnis baru yang dimasuki
• Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar

Peran marketing sebenarnya dimulai tidak dari ketepatan positioning, tapi lebih ditentukan oleh ketepatan pemilihan target market. Pemilihan target market sangat tergantung dari cara membagi pasar. Dengan kata lain, pemilihan variable segmentasi pasar. Penekanan akan konsep marketing mix biasanya memang berkembang dari selling. Marketing mix differentiation, positioning targeting, dan akhirnya segmentation. Dan separti pada selling, marketing mix dan differentiation maka pada segmentation, targeting dan positioning juga terjadi interaksi timbal balik. Penentuan positioning bisa saja mempengaruhi peninjauan kembali pada cara membagi pasar dan pemilihan target pasar. Begitu juga, setelah target market ditentukan, bisa saja cara membagi pasar dan positioning ditinjau kembali, yang penting untuk membentuk suatu strategi pasar yang solid.

D. Pengertian dan Bagian-bagian dari Tactic
Taktik pemasaran dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Differentiation
Perusahaan dalam posisi stabil menentukan semua aspek dalam perusahaan demi kebaikan diri sendiri. Sedangkan perusahaan dalam posisi cust driven company membuat semua aspek dalam perusahaan sedemikian rupa sehingga mampu member pelayanan yang customized untuk tiap-tiap individu. Diantara kedua bentuk ekstrem tersebut, perusahaan dapat menentukan aspek-aspek di perusahaan berturut-turut untuk menghasilkan sesuatu lebih baik sari pesaing, disukai pelanggan, dikhususkan untuk satu atau beberapa ceruk pasar tertentu.
2. Marketing Mix
Marketing Mix adalah kombinasi beberapa elemen pemasaran untuk memperoleh pasar, pangsa pasar yang lebih besar, posisi bersaing yang kuat dan citra positif pada pelanggan sehingga dapat kita artikan bahwa tujuan pemasaran adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan, meningkatkan hasil penjualan, serta dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan dan stakeholdernya.

Konsep marketing mix yang pertama kali dikenalkan oleh Jerome McCarthy mempunyai empat variabel yang biasa dikenal dengan 4P yaitu product, price, promotion, dan place. Berkat Jerome McCarthy lah konsep 4P kemudian dikenal luas oleh masyarakat dan sering menjadi rujukan jika membahas tentang pemasaran.
3. Selling
Penjualan juga bergeser dari satu bentuk ke bentuk lain sebagai berikut:
Pada bentuk pasar stabil, penjualan dalam arti meyakinkan pembeli tidak diperlukan
Perusahaan cukup member informasi bahwa prosuk suatu perusahaan telah tiada, karena hanya ada satu-satunya sember, maka pembeli akan melakukan pembelian dengan sendirinya. Pada situasi-situasi berikutnya, penjualan bergeser mulai dari menjual features dari suatu produk, benefit bagi pembeli sampai pada menjual solusi bagi pembeli. Pada bentuk cust driven company, konsumen sudah pintar, sehingga tidak mau “dijual-I” lagi. Cara paling efektif adalah justru hanya berinteraksi untuk kesuksesan kedua belah pihak dalam situasi win-win.
Marketing mix, kalau ditetapkan dengan landasan konsep diferensiasi yang sudah ditentukan sebelumnya akan lebih baik. Sebaliknya, setiap reviewing terhadap marketing mix perlu dipikirkan akibatnya konsep diferensiasi yang sedang digunakan. Begitu juga, korelasi antara konsep diferensiasi dan selling terlihat amat jelas.
Aktivitas penjualan sebaiknya dilandasi oleh konsep diferensiasi, dimana setiap tenaga penjualan mengerti konsep marketing mix dan aspek-aspek lain. Sebaliknya, hasil penjualan tidak hanya bisa mengakibatkan reviewing terhadap marketing mix, tapi juga koreksi total pada konsep diferensiasi yang dipakai. Jadi differentiation, marketing mix dan selling adalah elemen-elemen utama marketing tactic yang terintegrasi dan saling interaksi satu sama lain

E. Pengertian dan Bagian-bagian dari Value
Nilai adalah Konsep ekonomi yang merujuk pada hubungan financial antara barang dan jasa yang tersedia untuk dibeli dan mereka yang membeli dan menjualnya. Nilai bukan merupakan fakta, tapi lebih merupakan perkiraan manfaat ekonomi atas barang dan jasa pada suatu waktu tertentu dalam hubungannya dengan definisi nilai tertentu.

1. Brand
Membedakan nama/ simbol ( logo, trade mark, packaging desain) yang dirancang untuk pengenalan suatu produk atau jasa, sebagai pembeda dengan kompetitor.
2. Proses
Proses adalah serangkaian langkah sistematis, atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulangkali, untuk mencapai hasil yang diinginkan. Jika ditempuh, setiap tahapan itu secara konsisten mengarah pada hasil yang diinginkan
3. Service
Pengertian service menurut Kotler dan Amstrong adalah aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak lain.


KESIMPULAN

Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.
Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar