Minggu, 27 April 2014

Ibu

Rela dia menanggung malu untuku
Ridha dia menanggung sakit untuku
Mengorbankan segala daya upaya
Menyisihkan sebagian dari keidupannya

Penghidupan selalu dia utarakan
Tanpa sekalipun berucap kata
Para malaikat turun,,,
Ikut bernyanyi untuk kemuliannya

Tiada tara kasihnya di dunia
Tak berbatas cintanya di dunia
Sungguh indah cerita cinta dan kasihnya
Dan akan abadi di dunia serta akhirat



Kerinduan

Hitam pekat tanpa terlihat
Sinar pun tak berurai
Cahaya tak satupun berpendar
Yang didapat hanyalah duka

Sejuta gunung menimpa pundak
Laksana terpikat kedalam jantung penuh dosa
Hingga terlihat penerangan di nun kejauhan
Berisikan tangisan-tangisan keindahan

Berpadu dengan syahdu yang menyebar dengan indahnya
Menyelimuti,,,,,
Serta membasahi kalbu
Yang sangat rindu akan kedekatan Khalik

Jumat, 25 April 2014

Motivation Quotes


"If you can dream it, you can do it. "
Walt Disney 

"If you don't design your own life plan, chances are you'll fall into someone else's plan. And guess what they have planned for you? Not much. "
Jim Rohn 

"If you want to conquer fear, don't sit home and think about it. Go out and get busy. "
Dale Carnegie 

"If you want to succeed you should strike out on new paths, rather than travel the worn paths of accepted success. "
John D. Rockefeller 

"If you've got a talent, protect it. "
Jim Carrey 

"It's always too early to quit."
Norman Vincent Peale 

"Know or listen to those who know."
Baltasar Gracian 


"Learn from the past, set vivid, detailed goals for the future, and live in the only moment of time over which you have any control: now. "
Denis Waitley 

"Learning is the beginning of wealth. Learning is the beginning of health. Learning is the beginning of spirituality. Searching and learning is where the miracle process all begins. "
Jim Rohn 

"No matter how many goals you have achieved, you must set your sights on a higher one."
Jessica Savitch 

"One person with a belief is equal to a force of ninety-nine who have only interests."
Peter Marshall 



"Opportunity does not knock, it presents itself when you beat down the door. "
Kyle Chandler 


"Problems are not stop signs, they are guidelines. "
Robert H. Schuller 


"Set your goals high, and don't stop till you get there. "
Bo Jackson 


"Setting goals is the first step in turning the invisible into the visible. "
Tony Robbins 

"Small deeds done are better than great deeds planned. "
Peter Marshall 


"The harder the conflict, the more glorious the triumph. "
Thomas Paine 

"The key is to keep company only with people who uplift you, whose presence calls forth your best. "
Epictetus 


"The ultimate aim of the ego is not to see something, but to be something. "
Muhammed Iqbal 
"The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential... these are the keys that will unlock the door to personal excellence. "
Confucius 

"The wise does at once what the fool does at last. "
Baltasar Gracian 

"There is nothing deep down inside us except what we have put there ourselves. "
Richard Rorty 


"Things do not happen. Things are made to happen. "
John F. Kennedy 

"To be a good loser is to learn how to win. "
Carl Sandburg 


"True happiness involves the full use of one's power and talents. "
John W. Gardner 


"What is called genius is the abundance of life and health. "
Henry David Thoreau 

"What you do today can improve all your tomorrows. "
Ralph Marston 

"What you get by achieving your goals is to as important as what you become by achieving your goals. "
Henry David Thoreau 

"When you fail you learn from the mistakes you made and it motivates you to work even harder."
Natalie Gulbis  


"Who seeks shall find."
Sophocles 

"Without hard work, nothing grows but weeds. "
Gordon B. Hinckley 

"You are never too old to set another goal or to dream a new dream."
C. S. Lewis 

"You can never quit. Winners never quit, and quitters never win."
Ted Turner 


"You can't expect to hit the jackpot if you don't put a few nickels in the machine. "
-Flip Wilson- 


"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams"
- Eleanor Roosevelt -

"What ever the mind of man can conceive & believe, it can achieve !"
- Napoleon Hill -

Most of the important things in the world have been accomplished by
people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all
- Dale Carnegie -

I can not give you the formula for success, but I can give you the
formula for failure, which are try, try and try
- Herbert Bayard Swope -

"You see, in life, lots of people know what to do, but few people
actually do what they know. Knowing is not enough. You must take
action !"
- Anthony Robbins -

"Only those who can see the invisible, can accomplish the imposibble"
- Patrick Snow -

"Effective People are not problem-minded ;they’re opportunity
minded. They feed opportunities and starve problems"
- Stephen Covey -

"Do the thing you fear to do and keep on doing it … That is the
quickest & surest way ever yet discovered to conquer fear"
- Dale Carnegie -

"There are only two tragedies in life : one is not getting what you
wants, and the other is getting it"
- Oscar Wilde -

"If you don’t throw the dice, you will never land a six"
- Old Chinese proverb -

"Happiness cannot be travelled to, owned, earned, worn or consumed.
Happiness is the spiritual experience of living every minute with
love, grace, and gratitude.”
- Denis Waitley -

"Success doesn’t come to you… you go to it"
- Marva Collins -

It’s not the will to win, but the will to prepare to win that makes
the difference
- Paul “Bear” Bryant -


"Motivation is the art of getting people to do what you want them to
do because they want to do it.”
- Dwight D. Eisenhower 

PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA ( BAB VI )

Pengertian Perubahan Harga
            Dua konsep yang mencakup pengertian perubahan harga :
1.    Tingkat harga umum –  timbul ketika harga semua barang dan jasa dalam perekonomian berubah.
2.    Tingkat harga khusus – timbul ketika harga barang atau jasa tertentu berubah seiring naik turunnya permintaan dan penawaran.
Laporan keuangan di masa perubahan harga berpotensi menyesatkan apabila ada pengukuran nilai aset yang tidak akurat, penyimpangan yang ditimbulkan diantaranya :
a.    Proyeksi keuangan berdasarkan data rangkaian waktu historis yang belum disesuaikan
b.    Anggaran yang menjadi dasar pengukuran
c.     Data kinerja yang gagal menahan pengaruh inlasi yang tidak terkendali.
Jenis-jenis penyesuaian inflasi
1.     Model historical cost-constant purchasing power – daya beli tetap-biaya historis: jumlah mata uang yang disesuaikan dengan perubahan tingkat harga (daya beli) umum.
2.     Model currett-cost – biaya-kini
§  aset dinilai dari biaya kininya daripada biaya historisnya
§  laba dideinisikan sebagai kekayaan bersih setelah pajak dari perusahaan
3.     Biaya Kini disesuaikan dengan tingkat harga umum, merupakan gabungan dari Model historical cost-constant purchasing power dan Model currett-cost, menggunakan indeks harga umum maupun khusus

Pendekatan terhadap akuntansi inflasi di beberapa negara
1.     Amerika Serikat
            Pada tahun 1970, FASB mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Financial Accounting Standards-SFAS) No. 33 Berjudul ”Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga”, pernyataan ini mengharuskan perusahaan-perusahaan AS yang memiliki persediaan dan aktiva tetap yang bernilai lebih dari $125 juta atau total aktiva lebih dari $1 miliar,untuk selama lima tahun mencoba melakukan pengungkapan daya beli konstan biaya historis dan daya beli konstan biaya kini. FASB menerbitkan panduan (SFAS 89) untuk membantu perusahaan yang melaporkan pengaruh pernyataan atas harga yang berubah.
Perusahaan pelapor didorong untuk mengungkapkan informasi berikut untuk 5 tahun terakhir:
§  Penjualan bersih dan pendapatan operasi lainnya.
§  Laba dari operasi yang berjalan berdasarkan dasar biaya kini.
§  Keuntungan atau kerugian daya beli (moneter) atas pos-pos moneter bersih.
§  Kenaikan atau penurunan dalam biaya kini atau jumlah yang dapat dpulhkan (yaitu     jumlah kas bersih yang diperkirakan akan dapat dipulhkan melalui penggunaan atau penjualan) yang lebih rendah dari persediaan atau aktiva tetap, bersih dari inflasi          (perubahan tingkat harga umum).
§   Setiap agregat penyesuaian translasi mata uang asing, berdasarkan biaya kini, yang timbul dari proses konsolidasi.
§  Aktiva bersih pada akhir tahun menurut dasar biaya kini.
§  Laba per saham (dari operasi berjalan) menurut dasar biaya kini.
§  Dividen per saham biasa.
§  Harga pasar akhir tahun per lembar saham biasa.
§  Tingkat Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index-CPI) yang digunakan untuk mengukur laba dari operasi berjalan.
            Untuk meningkatkan daya banding data tersebut, informasi dapat disajikan :
§  Ekuivalen daya beli rata-rata (atau akhir tahun).
§  Dollar periode dasar (1967) yang digunakan dalam menghitung CPI.

2.    Inggris
            Komite Standar Akuntans Inggris (Accounting Standard Committee-ASC) menerbitkan Pernyataan Standar Praktik Akuntansi 16 (Statement of Standard Accounting Practice-SSAP 16) “Akuntansi Biaya Kini” untuk masa percobaan 3 tahun pada bulan Maret 1980. Inggris mewajibkan baik laporan laba rugi dan neraca biaya kini, beserta catatan penjelasan.
Standar di Inggris memperbolehkan tiga pilihan pelaporan, yaitu :
a.    Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun   pelengkap biaya historis.
b.    Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya kini.
c.     Menyajkan akun-akun biaya kini sebagai satu-satunya akun yang dilengkapi dengan    informasi biaya historis yang memadai.
SSAP mengharuskan dua angka yang mencerminkan pengaruh perubahan harga spesifik, yaitu :
a.    Penyesuaian modal kerja moneter mengakui pengaruh perubahan harga khusus terhadap total jumlah modal kerja yang digunakan oleh perusahaan dalam operasinya.
b.    Mekanisme penyesuaian memungkinkan pengaruh perubahan harga spesfik terhadap   aktiva nonmoneter perusahaan.

3.    Brasil
            Penyesuaian inflasi yang sesuai dengan hukum perusahaan menyajikan ulang akun-akun aktiva permanen dan ekuitas pemegang saham dengan menggunakan indeks harga yang diakui oleh pemerintah federal untuk mengukur devaluasi mata uang lokal. Aktiva permanen meliputi aktiva tetap, gedung, investasi, beban tangguhan dan depresiasi terkait, serta akun-akun amortisasi atau deplesi (termasuk setiap provisi kerugian yang terkait). Akun-akun ekuitas pemegang saham terdiri dari modal, cadangan pendapatan, cadangan evaluasi dan akun cadangan modal yang digunakan untuk mencatat penyesuaian tingkat harga terhadap modal. Penyesuaian inflasi terhadap aktiva permanen dan ekuitas pemegang saham disajikan bersih terhadap jumlah lebih yang diungkapkan secara terpisah dalam laba kini sebagai keuntungan atau kerugian koreksi moneter.
      Komisi Pasal Modal Brasil mewajibkan metode akuntansi yang lain untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di depan publik. Perusahaan-perusahaan yang tercatat sahamnya harus mengukur ulang seluruh transaksi yang terjadi dalam suatu periode dengan menggunakan mata uang fungsional.

Hal-hal terkait inflasi
Saat membaca laporan, hal-hal yang perlu disesuaikan dengan inlasi :
a.    Apakah pengaruh inflasi dapat diukur secara lebih baik oleh dolar tetap atau biaya kini
b.    Perlakuan akuntansi untuk laba dan rugi inflasi
c.     Akuntansi inflasi asing
d.    Pengaruh gabungan dari tingkat inflasi dan bursa efek.

Menghindari Kejatuhan Ganda
            Pada saat menyajikan ulang akun-akun luar negeri terhadap inflasi di luar negeri, seseorang harus berhati-hati untuk menghindari apa yang disebut sebagai kejatuhan ganda. Masalah ini muncul karena inflasi local langsung berpengaruh terhadap kurs yang digunakan dalam translasi. Apabila teori ekonomi mengasumsikan bahwa terdapat hubungan terbalik antara laju inflasi internal suatu negara dan nilai eksternal mata uangnya, bukti-bukti menunjukkan bahwa hubungan seperti ini jarang sekali bertahan (paling tidak dalam jangka pendek). Dengan demikian, ukuran penyesuaian yang terjadi untuk menghapuskan kejatuhan ganda akan berbeda-beda tergantung pada sejauh mana kurs dan perbedaan inflasi berhubungan secara negatif.

Sumber :
Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller, 2005. Akuntansi Internasional, Edisi 5. Salemba Empat. Jakarta


TRANSLASI MATA UANG ASING ( BAB V )

Perbedaan translasi dan konversi antar mata uang asing
            Translasi mata uang asing adalah Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Sedangkan konversi antar mata uang asing adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik.
Perbedaannya adalah, translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah necara yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi. Sedangkan konversi, memungkinkan adanya pertukaran fisik yang terjadi dan ada transaksi terkait yang terjadi.
Istilah dalam translasi mata uang asing :
a.    Konversi, merupakan pertukaran suatu mata uang ke dalam mata uang lain.
b.    Kurs kini, merupakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporang keuangan yang relevan.
c.     Posisi aktiva bersih yang beresiko, merupakan kelebihan aktiva yang diukur dalam atau berdenominasi dalam mata uang asing dan di translasikan dengan menggunakan kurs kini dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing dan ditranslasikan dengan menggunakan kurs kini.
d.    Kontrak pertukaran forward, merupakan suatu perjanjian untuk mempertukarkan mata uang dari Negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu (kurs forward) pada tanggal tertentu di masa depan.
e.    Mata uang fungsional, merupakan mata uang utama yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha. Biasanya mata uang tersebut adalah mata uang Negara dimana perusahaan itu berlokasi.
f.     Kurs historis, merupakan kurs nilai mata uang asing yang digunakan pada saat suatu aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dibeli atau terjadi.
g.    Mata uang pelaporan, merupakan mata uang yang digunakan perusahaan dalam menyusun laporan keuangan.
h.    Kurs spot, merupakan nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera.
i.     Penyesuaian translasi, merupakan penyesuaian yang timbul dari proses translasi laporan keuangan dari mata uang fungsional suatu perusahaan menjadi mata uang pelaporannya.
j.     Perbedaan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
Jika sudut pandang mata uang lokal yang digunakan (sudut pandang perusahaan lokal), masuknya penyesuaian translasi dalam laba berjalan tidak perlu dilakukan. Memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba akan mendistorsikan hubungan keuangan yang asli dan dapat menyesatkan para pengguna informasi tersebut. Keuntungan atau kerugian translasi harus diperlakukan dari sudut pandang mata uang lokal sebagai penyesuaian terhadap ekuitas pemilik.
Jika mata uang pelaporan induk perusahaan merupakan unit pengukuran laporan keuangan yang ditranslasikan (sudut pandang induk perusahaan), sangat disarankan untuk mengakui keuntungan atau kerugian translasi laba sesegera mungkin. Sudut pandang induk perusahaan melihat anak perusahaan luar negeri sebagai perluasan dari induk perusahaannya. Keuntungan dan kerugian translasi mencerminkan kenaikan atau penurunan ekuitas investasi asing dalam mata uang domestik dan harus diakui.
 Menghitung keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
Tanggal 1 Januari 2009 (tanggal transaksi) perusahaan meminjam dana dari Bank di luar negeri sebesar $US 10.000,-  dimana kurs yang berlaku pada saat itu adalah (spot rate) Rp 10.000,- per $US. Jika perusahaan melunasi seluruh hutangnya pada tanggal 1 Desember 2009 dan kurs yang berlaku pada tanggal 1 Desember 2009 (tanggal penyelesaian) dan kurs yang berlaku adalah Rp 11.000,- per $US. Dari uraian transaksi peminjaman tersebut antara tanggal trnasaksi dengan tanggal penyelesaian terjadi pada tahun 2009 sehingga seluruh selisih kurs yang terjadi sebesar Rp 1.000,- x $US 10.000 = Rp 10.000.000,- dibebankan seluruhnya di tahun 2009.
Jika pelunasan dilakukan pada tanggal 15 Maret 2010 dengan kurs yang berlaku sebesar Rp 12.000,- sehingga timbul selisih kurs sebesar Rp 2.000,- x $US 10.000,- = Rp 20.000.000,- maka karena tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian meliputi dua periode yaitu tahun 2009 dan 2010 maka selisih kurs Rp 20.000.000,- akan dibebankan di dua tahun tersebut. Untuk dapat menghitung berapa beban tahun 2009 maka kurs tanggal transaksi akan dibandingkan dengan kurs pada tanggal neraca (akhir tahun). Jika misalkan kurs akhir tahun adalah Rp 11.500, maka pembebanannya adalah:
Tahun 2009 : $US 10.000 x (Rp 11.500 – 10.000) = Rp 15.000.000,-
Tahun 2010: $US 10.000 x (Rp 12.000 – 11.500) = Rp 5.000.000,-
Jumlah = Rp 20.000.000,-
            Ada beberapa poin yang perlu diketahui. Pertama penghitungan selisih kurs adalah hanya atas pos moneter saja. Pos moneter adalah kas dan setara kas, aktiva dan kewajiban yang akan diterima atau dibayar yang jumlahnya pasti atau dapat ditentukan. Ketentuan pajak pun sejak semula sudah mengikuti ketentuan ini. Jadi apabila kita membeli mesin (pos non-moneter) dengan harga US $10.000,- dengan kurs Rp 10.000,- yang berarti mesin dicatat seharga Rp 100.000.000,- maka apabila terjadi perubahan kurs nilai mesin tidak berubah dan tidak menimbulkan selisih kurs. Namun apabila pembelian mesin tersebut dilakukan dengan kredit yang memunculkan saldo hutang dan terjadi perubahan kurs maka akan menimbulkan selisih kurs.
   
Pengaruh penggunaan berbagai metode translasi mata uang asing     terhadap Laporan Keuangan
Walaupun sebagian besar isu teknis dalam akuntansi cenderung terpecahkan dengan sendirinya sejalan dengan berlalunya waktu, translasi valuta asing terrnyata merupakan suatu pengecualian. Bahwa tren ini akan terus berlanjut didukung oleh perkembangan-perkembangan seperti runtuhnya dominasi mata uang dolar, pergerakan nilai mata uang yang disetujui oleh pemerintah, dan globalisasi pasar-pasar modal dunia, yang telah meningkatkan pentingnya pelaporan dan pengungkapan keuangan. Perkembangan-perkembangan seperti ini telah berperan besar meningkatkan ketertarikan eksekutif-­eksekutif keuangan, akuntan, dan komunitas keuangan pada pentingnya dan konsekuensi-konsekuensi ekonomi dari translasi valuta asing. Mari kita lihat hakekat dan perkembangan dari teki-teki akuntansi intemasional ini.
a.    Single Rate Method
            Berdasarkan pendekatan translasi ini, laporan keuangan operasi luar negeri, yang dianggap oleh perusahaan induk sebagai entitas yang otonom, memiliki domisili pelaporan mereka sendiri. Ini adalah lingkungan akuntansi lokal tempat dimana perusahaan afiliasi asing tersebut mentraksaksikan urusan bisnisnya. Untuk mempertahankan “rasa” lokal dari laporan valuta, suatu cara harus ditemukan agar translasi bisa dilaksanakan dengan distorsi yang minimal. Cara yang paling baik adalah penggunaan metode kurs berlaku.
Karena semua laporan keuangan valuta asing sebenarnya dikalikan dengan suatu konstansta, metode translasi ini mempertahankan hasil keuangan dan hubungan asli (misalnya. rasio-rasio keuangan) dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas individual yang dikonsolidasi. Hanya bentuk perkiraan-perkiraan luar negeri, bukan hakekatnya, yang berubah dalam metode kurs berlaku.
b.    Multiple Rate Methods
Metode-metode kurs berganda mengkombinasikan nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi. 3 metode semacam itu akan dibahas berikut ini.
1.    Metode berlaku-historis. Item-item laporan laba-rugi, kecuali beban depresiasi dan amortisasi, ditranslasikan dengan kurs rata-rata masing-masing bulan operasi atau dengan basis rata-rata tertimbang dari seluruh periode yang akan dilaporkan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan dengan memakai kurs historis yang berlaku pada saat aset yang bersangkutan diperoleh. Metodologi ini, sayangnya, memiliki sejumlah kelemahan. Misalnya, metode ini kurang memilik justifikasi konseptual. Definisi-definisi yang ada mengenai aktiva dan kewajiban lancar dan non-lancar tidak menjelaskan mengapa cara klasifikasi seperti itu menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam proses transiasi.
2.     Metode Temporal Menurut pendekatan temporal, translasi valuta merupakan suatu proses konversi pengukuran (yaitu, penyajian ulang nilai tertentu). Karena itu, metode ini tidak dapat digunakan untuk mengubah atribut suatu item yang sedang diukur; metode ini hanya dapat mengubah unit pengukuran. Translasi saldo valuta asing, misalnya, hanya mengubah (restate) denominasi persediaan, tidak penilaian aktualnya.
3.    Metode translasi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis metode yang menggunakan kurs translasi tunggal untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang domestic atau metode yang menggunakan berbagai macam kurs.
Evaluasi dan pemilihan metode translasi mata uang asing terbaik sesuai kondisi usaha dan pasar uang
Berdasarkan metode temporal, pos-pos moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos moneter ditranslasikan dengan kurs yang mempertahankan dasar pengukuran pada awalnya. Secara khusus, aktiva yang nilainya dalam laporan mata uang asing sebesar biaya histories, ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan biaya historis dalam mata uang asing yang ditranslasikan dengan kurs nilai tukar histories menghasilkan biaya histories dalam mata uang domestik.
Keempat metode yang dibahas pada satu waktu pernah digunakan di Amerika Serikat dan dapat ditemukan hingga hari ini di berbagai Negara. Secara umum, metode ini menimbulkan hasil translasi mata uang asing yang cukup berbeda. Ketiga metode yang pertama (metode kurs kini, metode kini-non-kini, dan metode moneter-non-moneter) digunakan dalam mengidentifikasikan aktiva dan kewajiban manakah yang beresiko atau dapat dilindungi dari resiko mata uang asing. Kemudian, metode translasi diterapkan secara konsisten dengan memperhatikan perbedaan tersebut.

MANA YANG TERBAIK? KURS KINI YANG TEPAT
Sejauh ini istilah kurs nilai tukar yang digunakan dalam metode translasi mengacu pada histories atau kurs kini. Kurs rata-rata sering digunakan dalam laporan laba rugi untuk pos-pos beban. Beberapa Negara menggunakan kurs nilai tukar yang berbeda untuk transaksi yang berbeda. Dalam situasi ini harus dipilih beberapa kurs nilai tukar yang ada. Beberapa alternatif yang disarankan adalah:
1.    kurs pembayaran dividen
2.    kurs pasar bebas, dan
3.    kurs penalti atau preferensi yang dapat digunakan, seperti yang terkait dalam kegiatan ekspor impor.

Hubungan translasi mata uang asing dengan inflasi
Penggunaan kurs kini untuk mentranslasikan biaya perolehan aktiva non-moneter yang berlokasi di lingkungan berinflasi pada akhirnya akan menimbulkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang jauh lebih rendah dari pada dasar pengukuran awalnya. Pada saat yang bersamaan, laba yang ditranslasikan akan jauh lebih besar sehubungan dengan beban depresisasi yang juga lebih rendah. Hasil translasi seperti itu dengan mudah dapat lebih menyesatkan pembaca ketika memberikan informasi kepada pembaca. Penilaian dolar yang lebih rendah biasanya merendahkan kekuatan laba akutal dari aktiva luar negeri yang didukung oleh inflasi lokal dan rasio pengembalian atas investasi yang terpengaruh inflasi di suatu operasi luar negeri dapat menciptakan harapan yang palsu atas keuntungan masa depan.

Sumber :